Dongeng cerita anak
terkadang di butuhkan untuk memanjakan si buah hati kita semua di saat
hendak akan tidur yang mana hati si anak tersebut akan merasa tenang dan
terhibur saat mendengarnya maka dari itu sebagai orang tua yang
menyayangi anak harus mengetahui beberapa dongeng cerita buat anak anak
yang kita sayangi sepanjang masa.
bagi anda yang kurang begitu tau dongeng cerita anak, tenang saja karena admin blog tasikterkini akan berbagi info tentang beberapa dongeng cerita buat anak dan cara mengetahui beberapa dongeng cerita tersebut bisa anda dapat dari buku,komik atau dari blog seperti ini untuk lebih jelasnya mari kita simak langsung sama sama beberapa dongeng cerita anak di bawah ini:
Harimau dan Kerbau
Dahulu kala, di suatu padang kering dan tandus hiduplah seekor kerbau
kurus. Karena hampir tiap hari tak mendapatkan rumput, maka kerbau itu
pergi ke padang yang lain. Sampailah dia ke padang dimana banyak
rumputnya. Hatinya gembira melihat rumput hijau itu.
“Nah, inilah makananku,” gumamnya sendiri dan tersenyum.
Tapi tiba-tiba muncullah seekor harimau besar menghadangnya. Lalu dia
berkata, “O, tidak mudah kau ambil makan di sini kecuali sudah mendapat
ijinku.”
“Kalau begitu ijinkanlah aku memakannya,” pinta kerbau.
“Silakan, asal kau mau memberikan sesuatu padaku,” jawab harimau.
“Sebab setiap siapa datang kemari untuk makan rumput pasti berjanji akan
memberikan sesuatu untukku. Bagaimana kalau kau besok memberikan hatimu
kepadaku?”
Kerbau berpikir sejenak.
“Biarlah akan kuberikan padamu,” akhirnya kerbau berjanji akan memberikan hatinya kepada harimau.
Beberapa hari kemudian harimau menemui kerbau, tapi si kerbau sudah mengerti maksud kedatangan harimau.
“Bagaimana janjimu, kerbau?” tanya harimau,
“Kau terlalu cepat menagih janjimu,” jawab kerbau. “Sabarlah besok kalau badanku sudah gemuk.”
Selang beberapa bulan kemudian badan kerbau memang sudah nampak
gemuk. Karena itulah, maka harimau ingin segera kerbau memenuhi
janjinya. Tapi si kerbau tak mau menyerahkan hatinya. Dia ingin
mempertahankannya. “Kenapa aku harus menyerahkan satu-satunya hatiku?
Padahal hanya karena aku makan rumput di sini. Bukankah rumput ini juga
milikku?” pikirnya.
Mendengar geram harimau, kerbau siap melawannya. Dan memang
terjadilah pertarungan sengit antara dua binatang itu. Lama juga
pertarungan yang nampak saling serang menyerang itu. Tapi akhirnya
kerbau tak kuat menahan serangan harimau. Dia lari. Tapi harimau terus
mengejarnya.
Di tengah perjalanan kerbau berjumpa dengan kuda.
“Ada apa kau lari terengah-engah?” tanya kuda terheran-heran.
“Aku dikejar harimau. Hendak membunuhku,” jawab kerbau tersengal-sengal.
“Jangan kuatir! Bersembunyilah di balik badanku!” suruh kuda.
Ketika harimau datang terjadilah perkelahian antara harimau dan kuda.
Mereka saling dorong mendorong. Saling memagut. Saling ingin
merobohkan. Tapi akhirnya kuda pun terpaksa mengakui keperkasaan si raja
hutan.
Kuda dan kerbau terpaksa lari menemui banteng.
“Tolong kawan, kami akan dibunuh harimau. Dia mengejarku sekarang. Tolonglah …” kata kuda gelisah.
“Baiklah. Jika harimau ingin membunuhmu, biarlah dia membunuh si
banteng perkasa ini lebih dulu,” ujar banteng bangga. “Mana dia
sekarang?”
Belum lagi kuda dan kerbau menjawab, harimau telah melompat dan
menerkam banteng. Dia menerjangnya sekuat tenaga. Terjadilah pertarungan
sengit. Tapi akhirnya bantengpun terpaksa menyerah kalah. Mereka
bertiga lari tunggang langgang. Sedangkan harimau terus mengejarnya,
seolah belum puas bila belum memakan ketiga binatang itu.
Sampailah mereka di sebuah padang rumput dimana terdapat sebuah sumur
tua. Mereka bertemu dengan kambing dan memberitahukan kalau mereka
dalam keadaan bahaya, hendak dibunuh harimau. Dan tanpa banyak kata
kambing segera bersiap membantunya. Dia mengoleskan buah kaktus hingga
badannya merah.
Tiba-tiba harimau datang dengan geramnya.
“Kamu lihat kerbau dan kawan-kawannya?” tanya harimau garang.
“Ya, kenapa?” jawab kambing.
“Mereka hendak kubunuh.”
“Mereka telah kubunuh semua, karena menggangguku. Kau pun akan
kubunuh jika menggangguku. Lihatlah badanku sampai merah begini. Ketiga
binatang itu telah kubinasakan.”
“Dimana mereka sekarang ?” kejar harimau belum puas.
“Kalau kau ingin melihat mereka, tengoklah sumur itu!”
Harimau heran. Lalu dia melongokkan kepalanya ke dalam sumur. Tapi
belum lagi dia melihat isi sumur, banteng mendorongnya dari belakang
hingga harimau terjerembab ke dalam sumur tua itu. Matilah harimau.
Kera yang Licik dan Kejam
Kera sangat senang hidup bersama ketam, karena ketam sangat menurut
kepadanya. Ketam mudah sekali ditipunya. Selain itu ketam tidak berani
rnelawannya.
Pada suatu ketika mereka berdua bersama-sama mencari makan. Kera
mendapatkan biji buah jambu. Sedangkan ketam mendapatkan sepotong kue,
sisa makanan seorang pemburu.
“Sahahatku ketam, kue itu hanya sekali saja kau dapat. Setelah kau
makan, maka habislah kuemu,” kata kera sambil melirikkan matanya kearah
kue yang dipegang ketam.
“Tapi biji jambu ini bisa ditanam dan akan berbuah hanyak. Habis kita
petik tidak lama kemudian akan berbuah lagi. Begitulah seterusnya.
Bagaimana kalau kita bertukaran saja, sahabat ?”
Karena bujukan itu, ketam merasa tergiur yang akhirnya kuenya ditukarkannya dengan biji jambu milik kera.
“Lalu biji ini ditanam di rumahku ?”
“Ya, ya, “jawab kera sambil mengunyah kue itu.
Betullah, tidak lama kemudian biji jambu itu tumbuh dengan suburnya.
Ketam rajin sekali menyirami pohon jambunya. Dan pada saatnya pohon
jambu itu berbuah dengan lebatnya.
Melihat buah yang lebat itu kera menjadi iri. Karena itulah maka
ketam dibunuhnya. Dia dibanting pada sebuah batu yang sangat keras
sehingga tubuhnya berkeping-keping menjadi ratusan ketam kecil-kecil.
Bukan main senang hati kera. Dia bisa memetik buah jambu itu sepuas dan sebanyak mungkin.
“Abang kera, berilah kami buah jambu itu,” kata seekor ketam.
“Secuilpun kalian tak akan kuberi,” kata kera sambil memakan buah jambu itu dengan rakusnya.
Ketam-ketam itu sakit hatinya. Kemudian merekabermusyawarah bersama. Diputuskannyalah untuk menghukum kera.
Berbarislah mereka menuju ke rumah kera. Lebah melihat barisan
mereka, dan menanyakan akan kemanakah mereka itu. Mereka menjawab, “Kami
akan menghukum kera,” jawab mereka. Kemudian mereka memberi sepotong
kue kepada lebah. Lebahpun ikut mereka.
Tidak lama kemudian siput juga melihat barisan ketam itu dan
menanyakan akan kemanakah mereka itu. Mereka menjawab, “Kami akan
menghukum kera,” jawab mereka. Kemudian sepotong roti diberikan kepada
siput. Dan siputpun ikut dalam barisan itu.
Ketika akan sampai di rumah kera, mereka bertemu dengan ular. Ular
menanyakan kepada mereka mau kemanakah mereka. Ketam-ketam itu menjawab,
“Kami akan menghukum kera.” Ularpun menerima sepotong kue dari mereka.
Ularpun berbaur dengan mereka itu.
Ketika sampai di rumah kera, mereka tidak menjumpainya. Maka
bersembunyilah lebah dibalik dipan kera. Siput mengambil tempat
persembunyiannya di balik tungku yang berapi. Sedang ular bersembunyi
dibawah ember. Semua ketam bersembunyi ditempat yang terlindung dari
pandangan kera, kalau kera nanti pulang.
Kera masuk rumahnya. Karena kedinginan. Kera menuju tungku perapian.
Nah, disana siput mendorong tungku berapi itu. Sehingga kera terbakar.
Larilah kera menuju ember berisi air. Tapi di sana ular telah
menunggunya. Kaki kera terpelilit oleh tubuh ular. Disusul dengan
kedatangan lebah yang menyengat mata kera. Kera berteriak keras
kesakitan. Kemudian Ketam-ketam keluar dari persembunyiannya untuk
memberi pelajaran kepada kera yang telah berbuat kejam kepada induk
mereka
begitulah beberapa dongeng cerita buat anak sebelum tidur yang mana isi dari dongeng tersebut bisa kita ambil hikmah yang positifnya saja mudah mudahan dapat bermanfaat dan si anak merasa terhibur.
Lebih Kecenya Follow @Twetcampur
Lebih Kecenya Follow @Twetcampur
Post a Comment
komentarnya di tunggu :)